Gempa kuat menewaskan 57 warga desa di satu daerah terpencil Turki timur sebelum Senin pagi, kata para para pejabat dan gempa susulan terus terjadi selama beberapa jam setelah tim penolong mencari penduduk yang terperangkap.
Orang masih tertitur lelap saat gempa berkekuatan 6.0 skala Richter terjadi pukul 04:32 waktu setempat (09:32 WIB) mengguncang daerah di Turki timur.
Gambar-gambar di televisi dari daerah itu menunjukkan wanita-wanita menangis dan berangkulan di tengah-tengah puing rumah-rumah mereka, mobil-mobil dan ambulans mengangkut
orang-orang yang cedera ke rumah sakit kota terdekat Kovancilar.
"Saya minta para warga jangan kembali ke rumah, karena ada kemungkinan terjadi gempa susulan," kata Perdana Menteri Tayyip Erdogan dalam satu pertemuan partai AK.
Erdogan prihatin dengan banyaknya jumlah korban jiwa karena rumah-rumah desa yang terbuat dari batu bata sangat rawan. Ia berjanji akan membangun kembali rumah-rumah tersebut dengan menggunakan bahan-bahan yang lebih kuat.
Pasukan paramiliter dan polisi dikerahkan ke daerah pinggiran desa-desa yang terkena dampak gempa, tempat penduduk berkumpul, dan satu Tim Bulan Sabit Merah telah tiba di daerah itu dan membangun satu pusat kriris.
"Wakil Perdana Menteri Cemil Cicek dan tiga menteri lainnya mengunjungi daerah yang dilanda gempa," kata kantor berita Anatolia.
Cicek mengatakan jumlah korban tewas telah meningkat menjadi 57 orang, demikian pernyataannya yang dikutip kantor berita setempat.
sumber